Senin, 07 Juli 2014

Be High Quality Jomblo


Pernah ngerasa galau karena diputus pacar?
Sebel karena si dia ngedeketin cewe lain? Ingin
keliatan keren dan beken dengan punya motor
sport dan potongan rambut gaul? Atau yang
kaum hawa berlomba mempercantik diri dengan
diet dan pergi ke salon setiap minggu? Haloow!
Hare gene hanya mentingin tampang? Please
deh..
Berapa banyak muda mudi yang masih terjebak
dengan perangkap yang satu ini. Saat bulan
Februari 2012 saya keliling Indonesia untuk
training amal “Jangan Jatuh Cinta! Tapi
Bangun Cinta”. Saya katakan pada mereka
bahwa untuk menjadi seorang pemuda yang
sukses harus melewati fase ujian ini. Dan tidak
sedikit yang gagal melewati ujian ini, akhirnya
terperosok dan tak menjadi pemuda yang
sukses.
Saya tanya Anda, siapa yang setuju pacaran?
Kalau Anda mengacungkan tangan, berarti
sepakat dengan saya bahwa pacaran itu boleh.
Eit.. tunggu dulu belum selesai. Pacaran itu
boleh, asal udah nikah (tentunya dengan
pasangan kita yang udah halal).
Ada yang bilang, “Aku bukan pacaran kok,
hanya temenan”. Temen tapi mesra kan?
Teman spesial kan? Apapun bahasanya, sama
aja intinya. Yang lain bilang, “Saya deket ama
dia biar semangat belajar aja kok, dia tuh suka
ngajak saya solat dan kebaikan”. Itu kan saat
jadian, gimana kalau nantinya ada masalah dan
akhirnya end. Berapa banyak yang mengakhiri
hidupnya dengan bunuh diri. Bahkan saat saya
datang ke Gorontalo, ada menara kemuliaan
yang sedikit tercoreng dengan kejadian seorang
mahasiswa yang menjatuhkan diri dari menara
yang tinggi itu hanya karena diputusin
pacarnya. Halo pemuda, masa gitu sih?
Siapa bilang masa muda itu masa penuh
kebimbangan, dimana ingin disayang dan
diperhatikan dan masa pencarian. Gini nih kalau
nuntut ilmu gak tuntas. Asal tahu aja ya, para
sahabat Rasulullah saw. sejak muda sudah
mencetak kegemilangan. Ali Bin Abi Thalib
pemuda yang kuat, gagah dan berilmu, bahkan
bergelar “kuncinya ilmu”. Lalu beliau menikah
muda dengan Fatimah ra., adakah masa
pacaran? No.
Hati-hati yang biasa berduaan, malam
mingguan, cari kegelapan, akhirnya hamil
duluan. Nah loh? Kalau udah gini, celaka 12
namanya. Jangankan mikirin prestasi dan karir,
untuk menutupi aib dan celaan masyarakat aja,
butuh bertahun-tahun. Kalau janinnya
digugurkan, pembunuhan namanya. Kalau
dibiarkan terlahir ke dunia dan tak ada ayah
yang sah, penanda dosa namanya. So, be
careful my sis and my bro !
Lebih enak jadi High Quality Jomblo. Jadi
seorang pemuda sholeh atau sholehah penuh
prestasi, masih muda udah punya penghasilan
sendiri, mandiri, dan pribadinya mulia.
Diperebutkan banyak calon mertua. Hehe..
Siapa yang mau? Enaknya lagi jadi jomblo itu
bebas, bebas temenan dengan siapa? Bebas
kemana aja dan gak harus minta izin sama si
doi. Kedua, jomblo itu hemat, gak harus isiin
pulsanya, belum lagi nraktir setiap malam
minggu, apalagi jadi tukang ojek pribadi.
Padahal uangnya masih minta ke orang tua.
Gak gentle kali!
Ingat, setiap sms, kata-kata, pegangan tangan,
ciuman, sampai hal yang lebih nekad dari itu
adalah jebakan syaitan yang berujung pada
ketidakberkahan hidup. Masih ingat cerita
Ustadz Yusuf Mansyur tentang seorang lulusan
S1 yang akhrinya hanya berpofesi sebagai
satpam dan susah naik gaji. Saat dicek
ternyata ia pernah melakukan perbuatan yang
mendekati zina. Itulah yang membuat kunci
rizkinya patah, wajar kalau rizkinya sulit,
hidupnya terlilit hutang. Perbaiki poin ini, jika
Anda pernah melakukannya. Bertaubatlah dan
jauhi apapun yang membuat kita melakukan hal
tercela ini.
Setujuu...??

0 komentar:

Posting Komentar