Rabu, 11 Juni 2014

TIGA CARA ORANG MEMANDANG UANG

Kenapa banyak orang yang mengeluh sulit mencari uang? Ada juga yang lelah setiap hari mengejar uang? Di sisi lain ada juga orang yang cuek dngan uang, tapi uang seakan mengejarnya. Sob, mari kita maknai uang dengan bijak.

Setidaknya, ada 3 tipe orang memandang uang:

1. Memandang dengan mata
Pernah merasakan terganggunya saat makan enak di sebuah kafe atau rumah makan? karena sedang nikmatnya menyantap makanan ada seorang pengamen yang dengan suara sumbang, peralatan seadanya menyanyikan sepenggal lagu lalu buru-buru menyodorkan tempat untuk diisi dengan uang. Berapa yang biasanya didapat? Recehan bukan? Sang pengamen memandang uang dengan mata biasa.

2. Memandang uang dengan pikiran
Saya pernah berkunjung ke sebuah rumah makan yang cukup terkenal di bandung ini. Ternyata ada di sebuah sudut beberapa orang yang sedang melantunkan beberapa tembang lagu yang disukai para pengunjung. mereka tidak meminta-minta ke setiap sudut, hanya menyediakan sebuah kardus. dan ternyata banyak pengunjung yang setelah selesai makan memberikan Rp.1000 bahkan sampai Rp.10.000 dengan sukarela. Beda kan sama yang pertama?

3. Memandang uang dengan hati
Pernah menghadiri konser amal? misalnya untuk menolong bencana gempa dan banjir di Indonesia? Atau mengenang karya-karya almarhum seorang musisi. Saya pernah mengikutinya. menariknya, harga tiket masuk sangat murah, hanya Rp. 50.000 itu sudah termasuk CD lagu terbaru Sang Musisi. Dengan suguhan musik dari berbagai musisi terkenal juga suasana yang begitu khidmat, kami sangat erpuaskan dengan acara malam itu. Dan, di pertengahan acara, Sang MC melelang satu persatu baju dan alat musik sang musisi yang sudah almarhum. Apa yang terjadi? Saya hitung-hitung dari lelang saja terkumpul kurang lebih Rp 150 juta. Semua hasil disumbangka untu keluarga almarhum yang ditinggalkan. Subhanallah.

Semoga kita bisa memandang uang lebih bijak. Bukan sesuatu yang habis-habisan dikejar apalagi dipertuhankan. Tapi menjadikan uang salah satu alat untuk membahagiakan orang sekitar juga menambah pahala kita disisiNya dengan disedekahkan.

Setujuu...??

0 komentar:

Posting Komentar