Kenapa
banyak orang yang mengeluh sulit mencari uang? Ada juga yang lelah
setiap hari mengejar uang? Di sisi lain ada juga orang yang cuek dngan
uang, tapi uang seakan mengejarnya. Sob, mari kita maknai uang dengan
bijak.
Setidaknya, ada 3 tipe orang memandang uang:
1. Memandang dengan mata
Pernah merasakan terganggunya saat makan enak di sebuah kafe atau rumah makan?
karena sedang nikmatnya menyantap makanan ada seorang pengamen yang
dengan suara sumbang, peralatan seadanya menyanyikan sepenggal lagu lalu
buru-buru menyodorkan tempat untuk diisi dengan uang. Berapa yang
biasanya didapat? Recehan bukan? Sang pengamen memandang uang dengan
mata biasa.
2. Memandang uang dengan pikiran
Saya pernah
berkunjung ke sebuah rumah makan yang cukup terkenal di bandung ini.
Ternyata ada di sebuah sudut beberapa orang yang sedang melantunkan
beberapa tembang lagu yang disukai para pengunjung. mereka tidak
meminta-minta ke setiap sudut, hanya menyediakan sebuah kardus. dan
ternyata banyak pengunjung yang setelah selesai makan memberikan Rp.1000
bahkan sampai Rp.10.000 dengan sukarela. Beda kan sama yang pertama?
3. Memandang uang dengan hati
Pernah menghadiri konser amal? misalnya untuk menolong bencana gempa
dan banjir di Indonesia? Atau mengenang karya-karya almarhum seorang
musisi. Saya pernah mengikutinya. menariknya, harga tiket masuk sangat
murah, hanya Rp. 50.000 itu sudah termasuk CD lagu terbaru Sang Musisi.
Dengan suguhan musik dari berbagai musisi terkenal juga suasana yang
begitu khidmat, kami sangat erpuaskan dengan acara malam itu. Dan, di
pertengahan acara, Sang MC melelang satu persatu baju dan alat musik
sang musisi yang sudah almarhum. Apa yang terjadi? Saya hitung-hitung
dari lelang saja terkumpul kurang lebih Rp 150 juta. Semua hasil
disumbangka untu keluarga almarhum yang ditinggalkan. Subhanallah.
Semoga kita bisa memandang uang lebih bijak. Bukan sesuatu yang
habis-habisan dikejar apalagi dipertuhankan. Tapi menjadikan uang salah
satu alat untuk membahagiakan orang sekitar juga menambah pahala kita
disisiNya dengan disedekahkan.
Setujuu...??
Rabu, 11 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar