Sahabat, seringkahkah kita mengeluhkan
kondisi yang dialami?
Mengeluhkan nasib yang tidak semujur teman-
teman lainnya? mengeluhkan kondisi orang tua
yang jauh dari harapan?
Mungkin fenomena ini pernah kita temukan :
Mahasiswa yang menyesal karena kuliah di
jurusan yang tidak diminatinya. Maka 4 tahun
masa kuliah sedikitpun tidak dinikmati
Siswa yang merasa kurang nilainya untuk
masuk ke sekolah favorit yang diinginkan, maka
3 tahun studinya hanyalah pelampiasan dari
kekecewaanya
Anak yang menyesal dengan kondisi ekonomi
orang tua, maka menutupi kekurangan dirinya
dengan bergaya sok modis dan sok artis,
padahal hati ibunya miris.
Karyawan atau honorer yang kesal dengan gaji
yang tak layak baginya, maka kerja hanya
sekedarnya, tanpa ruh tanpa jiwa
Sahabat..
Apapun yang terjadi dalam hidup kita, sudah
tertulis dalam kitab lauh mahfudz sebelum kita
tercipta..
Ingat, "Ma Ashoba mimusiibatin illa biiznillah".
"Tidak ada satu pun musibah yang menimpa
diri kita kecuali atas izin Allah".Mana mungkin
Allah yang Maha Pengasih dzalim kepada
hambaNya? Kita saja yang mungkin perlu lebih
peka melihat bentuk kasih sayangNya.
Ingat ! "Tidak ada satupun yang membuat kita
kalah, kecuali kita memang menginginkannya".
Yang bisa kita lakukan adalah mengubah
persepsi atau 'mindset' kita tentang setiap
masalah yang terjadi
Kondisi ekonomi orang tua yang serba
kekurangan
berarti Allah ingin kita prihatin dan mulai
mandiri
Lingkungan yang tidak kondusif
berati Allah ingin kita kuat dan membuat
perubahan
Kuliah yang tidak sesuai minat
berarti Allah ingin kita menjadi bukti tetap
sukses walau kondisi tak sesuai
Gagal mencoba suatu kesempatan
berarti Allah ingin kita belajar lebih giat dan
berlatih lebih gigih
Sakit yang menahun
berarti Allah ingin kita mulia dengan kesabaran
kita
Mulailah untuk belajar bersyukur
fokuskan diri untuk optimalkan yang ada
Bukan malah mengada-ada
Kalau kita mau jujur...
Lebih banyak nikmat yang tak disyukuri
ketimbang ujian yang dihadapi
Lebih banyak potensi yang tak digali ketimbang
kondisi yang tak diminati
Maka...
Optimislah.. Bersyukurlah.. tersenyumlah....
dan mari resapi makna petikan ayat penutup
tulisan sederhana ini
"Barangsiapa yang bersyukur pada Allah, Maka
Allah akan menambah nikmat
kepadanya.." (Q.S. Ibrahim : 7)
Syukuri, bakati, dan berkaryalah
Kamis, 10 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar