Berbicara tentang keikhlasan, kita bisa belajar
banyak dari sosok ayah dan ibu kita.
Bayangkan, puluhan tahun membesarkan semua
anaknya
Tanpa mengeluh, padahal bebannya semakin
berat.
Saat anak lelakinya sudah semakin dewasa dan
punya penghasilan.
Mereka harus mengikhlaskan sang anak untuk
membangun rumah tangga. Penghasilan Sang
anakpun, dibagi untuk keluarga barunya.
Begitu juga dengan anak wanitanya. Baru
beranjak dewasa, sudah ada yang melamar
dirinya. Lalu ia harus berbakti pada suaminya
Bahkan bisa jadi tinggal jauh dari kedua orang
tuanya.
Sahabat, dalam menghadapi masalah dalam
hidup.
Seringkali kita panik, stres, merasa tak mampu
menjalaninya.
Padahal Allah tidak akan membebani seseorang
melainkan sesuai kesanggupannya.
Dan yakinlah, bersama kesulitan, ada dua
kemudahan yang dijanjikanNYa.
Pekerjaan seringan apapun tanpa keikhlasan
akan terasa berat.
Sebaliknya, beban seberat apapun dengan
keikhlasan menjalaninya akan terasa mudah.
"Jangan minta Allah jauhkan kita dari masalah.
Karena esensi hidup adalah rangkaian masalah.
Tapi, mintalah Allah berikan pundak yang lebih
kuat memikul beban.
Dada yang lebih lapang menerima kenyataan.
Jiwa yang lebih bijak menghadapi ujian"
.
Selalu ada pilihan saat masalah datang.
Menjadi pemenang dengan menghadapinya.
Atau menjadi pecundang yang lebih banyak
memberikan alasan dan kata-kata yang
melemahkan jiwa.
Jadi, sahabat pilih yang mana?
Jumat, 04 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar