Selasa, 17 Juni 2014

KOMUNIKASI EMAS

Percaya tidak, ternyata kualitas kehidupan kita
sangat ditentukan dari cara berkomunikasi.
Pernahkah Anda menemukan seorang yang
ahli, berbakat dan mempunyai karya hebat,
misalnya penulis, pelukis, desain grafis,
penyanyi atau siapapun juga. Tapi akhirnya
potensi mereka hanya sekedar pajangan biasa,
jangankan untuk menghasilkan, diapresiasi saja
tidak.
Berapa banyak seorang penulis berbakat
namun karyanya kurang bermanfaat untuk
orang banyak? Semua itu karena kehebatannya
tidak dibarengi dengan keahlian
mempromosikannya. Akhirnya tulisan
berkualitas pun kurang mendapat apresiasi.
Seorang pemimpin negara pun demikian,
pernah dengar bagaimana Soekarno berorasi,
Obama berpidato atau Ahmad Dinejad
menggentarkan Amerika Serikat dan sekutunya
dengan kata-katanya? Ya, semua itu ternyata
dari kehebatan cara berkomunikasi.
Pernah melihat ibu-ibu yang seperti terhipnotis
oleh seorang sales peralatan masak saat
mendemokan kelebihan produknya? Atau juga
melihat seorang motivator yang membuat
audien tak bergeming sedikit pun? Ya, semua
itu kuncinya adalah tehnik komunikasi.
Hebatnya lagi, komunikasi bisa menghentikan
pertumpahan darah dan menyelamatkan ribuan
jiwa. Sebaliknya dengan satu kata bisa
membuat tawuran antar pelajar atau perang
antar warga. Kita mungkin pernah membaca
bagaimana saat futuh Mekkah, Rasulullah saw.
dan para sahabat tidak sedikit pun melakukan
pertumpahan darah. Dengan teriakkan tahmid,
takbir dan tasbih kaum Muslimin berhasil
memasuki Mekkah dan Baitullah secara aman
dan tidak ada pengrusakan. Inilah kualitas
komunikasi yang hebat.
Tahu bedanya khutbah Jum’at Rasulullah
dengan kebanyakan khatib di Indonesia? Kalau
Rasulullah berkhutbah Jum’at, maka
semangatnya menggelora, membangunkan diri
yang tidur, membangkitkan gairah yang layu.
Nah, kalau kebanyakan khatib sekarang pandai
menghipnotis para jama’ah. Sejak awal
khutbah beberapa jama’ah sudah pasang
posisi enak dan akhirnya tertidur dengan
tenang..hehe.

0 komentar:

Posting Komentar