Selasa, 10 Juni 2014

KISAH INSPIRATOR

Siang kemarin, seorang Doktor jebolan Sudan yang juga seorang Ustadz memberikan inspirasi pada saya. Beliau menceritakan perjuangan beliau yang dari dulu bertekad ingin jadi seorang Ustadz.

Dengan berbekal keyakinan dan kesungguhan, tanpa uang yang cukup ia mencoba untuk belajar di LIPIA Jakarta. Darisana beliau diterima menjadi mahasiswa di Mesir. Namun karena orang tua meninggal dunia akhirnya peluang itupun tak diambil.

Mimpinya masih besar, ia berjuang kembali untuk meneruskan kuliah. Akhirnya ia mengambil kuliah di UIN Bandung. Mimpi kuliah di Mesirpun ada jalan, ia mendapatkan beasiswa untuk mendpatkan gelar LC hanya setahun di Mesir. Dengan syrat menerjemahkan skripsi dari universitas sebelumnya.

Selesai dari Mesir beliaupun menikah, namun semangatnya untuk terus belajar mengantarkan beliau untuk mendapatkan beasiswa di Sudan. Negara dengan hampir 85 % berkulit hitam dan termasuk negara termiskin di dunia ini ternyata menyimpan keikhlasan dan kehebatan para dosen yang mendidik mental sabarnya.
Bayangkan, dengan cuaca yang begitu pana disana serta tak ada AC. beliau harus rela bermandi keringat setiap hari dan setiap malam. Karena tak tahan tidur panas di dalam asrama, tak jarang ia mesti tidur di luar, dengan alas tanah dan beratapkan langit.

Gelar magisterpun ia sandang dengan kesabaran dan pengorbanan. Sampai beberapa tahun yang lalu ia pun baru selesai melanjutkan kuliah S3nya di Sudan dengan biaya sendri, menjual satu-satunya mobil yang ia punya. Sekali lagi, demi ilmu. Bukan hanya di SUdan, ternyata iapun melanjutkan kuliah S3 di Indonesia. Fantastisnya, hanya ada sau buah nilai B+. Yang lainnya A semua.

Di usia yang kini telah lebih dari setengah abad, saya melihat sikap yang rendah hati, hati yang takut sama Allah juga semangat belajar yang begitu tinggi. Masih jelas ditelinga saya, saat ia mengatakan bahwa salah satu syarat lulus Magister di Sudan minimal harus hafal 15 Juz Al-Quran, duji oleh 9 penguji. Dan subhanallah, di usia yang sudah tak bisa dibilang muda itu ia masih bisa melewatinya dengan sukses.

Iapun berpesan pada saya, "Jangan takut berinvestasi untuk ilmu. Dan bermimpilah, karena Allah yang akan memudahkan kita untuk meraih mimpi-mimpi itu".

Subhanallah, semoga ilmu dari seorang guru kehidupan ini bisa menyemangati kita kembali untuk terus belajar dan bersungguh-sungguh mendapatkan ilmu.

“Barangsiapa yang ingin sukses di dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang ingin sukses di akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin sukses pada keduanya (dunia dan akhirat) maka hendaklah dengan ilmu (pula)” Imam Syafi'i.

0 komentar:

Posting Komentar