Siang
kemarin, seorang Doktor jebolan Sudan yang juga seorang Ustadz
memberikan inspirasi pada saya. Beliau menceritakan perjuangan beliau
yang dari dulu bertekad ingin jadi seorang Ustadz.
Dengan
berbekal keyakinan dan kesungguhan, tanpa uang yang cukup ia mencoba
untuk belajar di LIPIA Jakarta. Darisana beliau diterima menjadi
mahasiswa di Mesir. Namun karena orang tua meninggal dunia akhirnya peluang itupun tak diambil.
Mimpinya masih besar, ia berjuang kembali untuk meneruskan kuliah.
Akhirnya ia mengambil kuliah di UIN Bandung. Mimpi kuliah di Mesirpun
ada jalan, ia mendapatkan beasiswa untuk mendpatkan gelar LC hanya
setahun di Mesir. Dengan syrat menerjemahkan skripsi dari universitas
sebelumnya.
Selesai dari Mesir beliaupun menikah, namun
semangatnya untuk terus belajar mengantarkan beliau untuk mendapatkan
beasiswa di Sudan. Negara dengan hampir 85 % berkulit hitam dan termasuk
negara termiskin di dunia ini ternyata menyimpan keikhlasan dan
kehebatan para dosen yang mendidik mental sabarnya.
Bayangkan,
dengan cuaca yang begitu pana disana serta tak ada AC. beliau harus rela
bermandi keringat setiap hari dan setiap malam. Karena tak tahan tidur
panas di dalam asrama, tak jarang ia mesti tidur di luar, dengan alas
tanah dan beratapkan langit.
Gelar magisterpun ia sandang
dengan kesabaran dan pengorbanan. Sampai beberapa tahun yang lalu ia pun
baru selesai melanjutkan kuliah S3nya di Sudan dengan biaya sendri,
menjual satu-satunya mobil yang ia punya. Sekali lagi, demi ilmu. Bukan
hanya di SUdan, ternyata iapun melanjutkan kuliah S3 di Indonesia.
Fantastisnya, hanya ada sau buah nilai B+. Yang lainnya A semua.
Di usia yang kini telah lebih dari setengah abad, saya melihat sikap
yang rendah hati, hati yang takut sama Allah juga semangat belajar yang
begitu tinggi. Masih jelas ditelinga saya, saat ia mengatakan bahwa
salah satu syarat lulus Magister di Sudan minimal harus hafal 15 Juz
Al-Quran, duji oleh 9 penguji. Dan subhanallah, di usia yang sudah tak
bisa dibilang muda itu ia masih bisa melewatinya dengan sukses.
Iapun berpesan pada saya, "Jangan takut berinvestasi untuk ilmu. Dan
bermimpilah, karena Allah yang akan memudahkan kita untuk meraih
mimpi-mimpi itu".
Subhanallah, semoga ilmu dari seorang guru
kehidupan ini bisa menyemangati kita kembali untuk terus belajar dan
bersungguh-sungguh mendapatkan ilmu.
“Barangsiapa yang ingin
sukses di dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang ingin
sukses di akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin
sukses pada keduanya (dunia dan akhirat) maka hendaklah dengan ilmu
(pula)” Imam Syafi'i.
Selasa, 10 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar