Jika
melihat dari sisi medis, Sosiolog di Universitas of Texas, John
Mirowsky, seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (3/12), menyebut
usia di akhir remaja atau 20-an awal merupakan usia terbaik secara
biologis.
Di usia tersebut, sel telur masih segar dan organ
serta sistem reproduksi dalam puncak masa muda. Wanita di dalam usia
20-an juga berkecenderungan kecil memiliki penyakit kronis yang beresiko pada bayi.
Di usia tersebut tubuh perempuan umumnya masih sehat dan subur sehingga
kemungkinan mengalami komplikasi lebih sedikit. Sebuah penelitian juga
menunjukkan bahwa kesuburan seorang perempuan mulai menurun setelah
berusia 30 tahun dan akan menurun dengan cepat setelah 35 tahun. Di atas
usia 35 tahun biasanya mulai terjadi penurunan kondisi sel telur
sehingga proses pembelahan sel telur yang sudah dibuahi juga sering
terganggu.
Seperti buah di pohon. Terlalu muda dipetik kurang
enak, terlalu matang mudah jatuh dan membusuk. Idealnya, seorang wanita
bisa menentukan usia terbaik dirinya untuk menikah dan memiliki
keturunan.
Bahkan Nabipun secara tersirat menganjurkan kita
untuk mempersiapkan pernikahan dengan sebaik-baiknya. Juga memilih
pasangan terbaik yang banyak memberikan keturunan.
“Nikahilah
perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat
mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan
sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih
Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin
Yasar]
Semoga, semua wanita yang belum menikah dimudahkan
jodohnya untuk menikah di usia terbaik. Juga setiap lelaki yang sudah
ingin menikah namun belum mampu dimampukan. Yang belum berani
diberanikan. Agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah..
aamiin
Senin, 16 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar