Senin, 16 Juni 2014

DROP OUT 4 KALI, JADI CEO SUKSES

Namanya Pak Budi Satria Isman. pernah menjabat jadi CEO di beberapa perusahaan multinasional seperti Coca Cola, Sari Husada dan Danone ini begitu luar biasa.
Saat berbagi cerita inspiratifnya kemarin di depan puluhan pengusaha muda beliau menjelaskan pengalaman masa mudanya yang cukup memprihatinkan.

Dibesarkan dari lingkungan pendidikan bahkan ayahnya seorang rektor di sebuah Universitas di Sumatera, Beberapa kali masuk dan Drop Out dari berbagai Universitas di Indonesia, dari ITB sampai terakhir di UI.Di UI hanya beberapa semester saja ia bertahan. ia justru lebih senang main band dan mencoba hal-hal lainnya. Dari usia 17 tahun iapun sudah membuka PT yang menjadi distributor buku-buku luar negeri untuk di masukkan ke kampus-kampus.

Akhirnya, Sang ayah pindah ke Amerika Serikat membawa serta Budi Isman muda. Setelah 7 tahun tanpa hasil kuliah, usaha yang Budi muda rintispun dijual semuanya. Sampai ayahnya yang sudah bingung bagaimana mengarahkan sang anak berkata, "Nak, Bapak sudah lelah. Sekarang terserah kamu mau jadi apa. Hanya saran Bapak jangan mau jadi orang rata-rata. Jadilah orang yang seperti kurva ekstrim. Kamu akan lebih dihargai. Jadilah yang terbaik dalam pilihanmu".

Dengan kata-kata itu iapun tersadar. Iapun mulai mencoba untuk daftar kuliah di sebuah Universitas Swasta di AS. maklum tak ada kampus manapun yang menerima seorang anak dengan IPK 1,2 dari Indonesia.

Lucunya, keahlian negosiasinya pun mulai dipakai. Beberapa kali pihak kampus dengan harga per kredit mata kuliah 500 dolar itu menolak, namun ia coba untuk bernegosiasi. Misalnya, "Pak, di Indonesia nilai A itu hanya milik Tuhan. Nilai B itu milik dosen, nah C,D dan E itu milik mahasiswa. Ayolah Pak, terima saya untuk kuliah disini. Toh kalau saya gagal dapat nilai A disini apalagi DO, Bapak sudah dapat uang dan tak mesti meluluskan saya".

Akhirnya iapun ditantang untuk dapat niai A. Dengan kesungguhannya untuk berubah, iapun bekerja keras untuk belajar dan mengubah kebiasaan buruknya. Berbagai buku ia lahap, tidurpun hanya 2 jam setiap hari sampai hari ini. Akhirnya, iapun berhasil mendapatkan nilai A di semua mata kuliah tersulit yang diberikan. karena nilai sebelumnya di Indonesia diterima akhirnya ia bisa lulus kuliah S1 1,5 tahun. Dilanjutkan S2 di Amerika Serikat juga hanya dalam waktu 1 tahun.

Selesai kuliah, iapun bekerja di beberapa perusahaan di Amerika, sebelum akhirnya pindah ke Indonesia dan berkarir menjadi profesional di perusahaan-perusahaan ternama. Salah satu prestasi beliau adalah memperbaiki perusahaan Sari Husada (Susu SGM) dalam kurun waktu 2,7 tahun yang awalnya hanya bernilai saham Rp. 4 T, saat dijual kembali jadi Rp. 22 T. Di usia 47 tahun, saat ia sudah merasa cukup dan bersyukur karena nyaris semua cita-cita yang ia tuliskan di kertas kecil yang ia simpan dulu telah terwujud. Kini, ia yang memutuskan pensiun muda dan membangun sebuah yayasan yang concern salah satunya untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan anak muda Indonesia.

Saat saya tanya apa rahasianya beliau masih tetap semangat berbagi? Beliau menjawab, "Jangan pernah puas dengan apa yang sudah dicapai. Naikkan lagi cita-citamu. Jika sudah cukup dengan pencapaian diri, Bagikan kebahagiaan ini kepada banyak orang, agar lebih banyak orang yang terbantu".

Subhanallah, perjalanan hidup beliau sangat menginspirasi. Terimakasih Pak Budi Satria Isman, Anda salah satu guru kehidupan kami.

0 komentar:

Posting Komentar