Kapabilitas dan kapasitas diri memang kunci menuju puncak prestasi.
Namun yang membuatnya bertahan lama di puncak adalah karakter.
Itulah mengapa ada banyak anomali yang terjadi jika kapabilitas tak diiringi integritas.
Maka akan kita temukan:
Profesor tapi plagiat,
Pemimpin tapi menzalimi,
Pengusaha tapi rakus,
Ustadz tapi membodohi,
Cantik tapi murah,
Tampan tapi bodoh,
Berotot tapi homo,
PNS tapi suap.
Karyawan tapi menjilat.
Itulah mengapa 13 tahun pertama dakwah nabi,
Akidah yang diperbaiki. Inilah sumber karakter sejati.
Yang menjadikan Umar bin Khattab yang ditakuti menangis sepanjang malam memohon ampun akan dosanya di masa lalu.
Akidah juga yang menjadikan Abu Bakar yang lemah lembut memerintahkan untuk memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat.
Akidah juga yang menjadikan pemuda tampan nan bertalenta seperti Ali
Bin Abi Thalib bukan hanya hebat di medan perang, tapi juga digelari
"gudang ilmu".
Tauhid juga yang membuat seorang pemuda perlente
anak bangsawan meninggalkan popularitas dan kekayaan orang tuanya yang
kafir, lalu memilih hidup sederhana namun bermakna. Kepiawaiannya dalam
beregosiasi dan mempengaruhi mampu meyakinkan banyak orang memeluk
Islam. Tahukah? Saat beliau mati syahid dalam jihad satu lembar kainpun
tak cukup menutupi tubuhnya. Ditarik ke kepala terlihat kakinya,
begitupun sebaliknya. Kakrakter tauhid yang menjadikannya lebih memilih
keabadian surga dibandingkan dunia dan seisinya.
Tauhid juga
yang membuat budak hitam bernama Bilal Bin Rabah rela ditindih batu
besar di padang yang gersang, saat dipaksa meninggalkan apa yang
diyakininya, hanya satu kata yang ia ucap, "Ahad.. Ahad.. Ahad".
Bahkan Saat Sang Nabi mulai ditawari harta yang melimpah, jabatan
prestisius, bahkan wanita-wanita cantik bangsa Quraisy, dengan yakinnya
nabi menjawab, “Meskipun mereka meletakkan matahari di tangan kananku
dan bulan ditangan kiriku, agar aku meninggalkan seruanku. Sungguh,
sampai mati pun tidak akan kutinggalkan!”
Subhanallah, semoga
Allah jadikan kita para pemimpin dengan kapabilitas yang baik juga
karakter tauhid yang kuat. Sehingga apapun profesi kita, dimanapun arena
juang kita, apapun ujian hidup yang menimpa tak membuat kita hilang
orientasi demi menggapai ridho Allah dan surga yang abadi. Aamiin
Senin, 16 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar